Home Nasional Peran Mahasiwa Dan Pemuda Dalam Mengawal Keutuhan NKRI

Peran Mahasiwa Dan Pemuda Dalam Mengawal Keutuhan NKRI

55
0
SHARE

Jakarta – Info Berita Satu – Bertempat di gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Bangsa Dan Rakyat menyelenggarakan diskusi dengan
Thema “Peran Mahasiwa Dan Pemuda Dalam Mengawal Keutuhan NKRI” dengan pembicara

PANGLIMA TNI Jenderal GATOT NURMANTYO
PROF. DR.IR. ABDUL BASITH, MSC
TAUFAN PUTRA REVOLUSI KEROMPOT KETUA UMUM DPP IMM
MULYADI KETUA UMUM PB HMI
KARMAN BM KETUA UMUM PP GPII
ERLANDA JULIANSYAH, SH,MH
Erlanda mengajak seluruh para pemuda mahasiswa santri, mari kita sama-sama berjuang dan menjaga NKRI karena Muhammad mengatakan tidak ada hadiah yang sangat besar untuk bangsa dan negara ini kecuali mempersiapkan generasi yang mampu mengolah zamannya dengan baik kawan-kawan”, ujar Erlanda.

Pemuda mahasiswa merupakan Agent of Change of Control di mana seluruh kebijakan politik di situlah peran mahasiswa untuk menganalisis mengontrol.

Bagaimana kebijakan-kebijakan yang dilakukan di permainan harusnya sudah bisa memihak kepada rakyat ” teman-teman bayangkan Pancasila yang kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dari zaman revolusi hingga demokrasi sampai saat ini masih menjadi anak tiri di Republik ini kawan- kawan hari ini teman-teman silahkan melihat bagaimana kondisi bangsa hari ini, dimana-mana maka oleh karena itu bersihkan bulatkan tekad kita agar pemimpin masa depan persiapkan untuk mengolah zamannya dengan baik dan saya kira hanya ini yang disampaikan kurang lebihnya saya minta maaf karena kebenaran hanyalah milik Allah , dan Kesalahan hanyalah datang dari pada setan dan manusi”, terangnya.

Bahwa perubahan itu dimulai dari manusia makanya dalam sahabat Ali syariat memulai dengan dialektika manusia seperti apa manusia itu. Nabi Adam manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahwa manusia memiliki satu rasa eksistensi bagaimana dengan eksistensialis yaitu manusia memiliki satu kehendak satu perasaan yang selalu muncul dalam rasa ketakberdayaan rasa ingin hadir rasa ingin dilihat rasa ingin memiliki sesuatu ya perasaan yang luar biasa sehingga muncullah di dalam jiwa manusia itu sifat-sifat heroik.

Ingin membela yang lemah kemunculannya sebagai seorang pribadi menginginkan sesuatu perubahan atas ketidakadilan yang dirasakan dunia ini terjadi hanya ada dua persoalan yang menguasai dan yang dikuasai yang kuat menguasai yang lemah yang besar menginjak yang kecil itu sudah manusia keinginan sesuatu kemerdekaan sesuatu rasa adil rasa nyaman rasa dilindungi terjadi pada penguasa yang berpuasa tidak memiliki rasa keadilan tersebut.

maka yang terjadi adalah penindasan maka tidak salah kalau masih sah selalu ada di dalam ikrar nya apa tadi kami bersumpah bertumpah darah yang satu tanpa penindasan ” Saya selalu terngiang seperti begitu karena betul sekali jiwa manusia memiliki rasa eksistensial yang dia tidak dia menolak rasa ketidak adilan itu loh dalam dalam perasaan-perasaan manusia memberikan pengantarnya dalam asosiasi perguruan tinggi swasta Indonesia memerlukan kesabaran yang tinggi, setiap orang harus memiliki apa cita-cita yang luhur sebagai fitrah. Ketika Riyadi mengumandangkan mahasiswa pemuda atau siapapun yang memiliki jiwa herois tidak bisa melawan tanpa Moral simple menyampingkan moralitas sebuah tanggung jawab kepada Tuhan”, terang Taufan.

Bahwa adalah merupakan tanggung jawab bahwa membela kebenaran ketidakadilan pada yang tanggung jawab kepada Tuhan bukan maksud kekuasaan kembali atau kemudian keluar dari frame bahwa islam itu adalah rahmatan lil alamin kemudian kita mengadakan hal-hal yang anarkis yang pernah beberapa hari ditangkap in karena menyampaikannya memiliki sesuatu hal yang dicurigai tidak berdasarkan moralitas atau bukan tanggung jawab moral tetapi ada nilai-nilai kemarahan Yang meluap yang harus kita sadari bahwa kita perlakukan sebuah pergerakan perlawanan kepada membersihkan dari sifat-sifat bahwa manusia juga selain Lee Ki Woo Heroes memiliki sifat buta kebinatangan Inikah dalam konteksnya syariat itu eksistensi ketika manusia terus menaik dalam perilaku yang baik akhlaknya baik dan memiliki berdasarkan kepada Tuhan.

Kita sadari dalam sebuah perjuangan selalu sifat-sifat jelas, disini letak kemuliaan manusia itu sendiri merupakan sebuah Agent of Change mari gradasi dengan tindakan-tindakan moral.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here