SHARE

Makassar, Sulawesi Selatan –Info Berita Satu – Setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Belitung, dan Kota Bandung, pada 2016 lalu, Jelajah 3Ends kembali diselenggarakan. Pada 2017 ini, Jelajah 3Ends diselenggarakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada 22 – 23 April 2017. Three Ends merupakan program unggulan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang memiliki fokus pada 3 hal, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan. Tingginya jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kuatnya komitmen pemerintah daerah Kota Makassar untuk mengakhiri ketiga hal tersebut dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat menjadi alasan kuat diselenggarakannya Jelajah 3Ends di kota ini.

“Berdasarkan data rekap seluruh pelayanan dan jaringan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Makassar, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tertangani P2TP2A Kota Makassar dan jaringannya cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2015, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi sebanyak 1.025 kasus, 2016 sebanyak 1.172 kasus, sementara periode Januari – Maret 2017 sebanyak 64 kasus. Kategori kekerasan yang terjadi bermacam-macam, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran hingga trafficking, baik terhadap perempuan maupun anak,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Apalallo saat ditemui di Kantor P2TP2A Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (21/4).

Andi Tenri mengakui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kota Makassar memang mengalami peningkatan disebabkan saat ini masyarakat sudah berani melaporkan kekerasan yang mereka alami dan upaya aktif pihaknya yang melakukan penjangkauan langsung ke Unit PPA Polres Kota Makassar. Selain melakukan penjangkauan langsung ke unit khusus kepolisian, Dinas PPPA juga memaksimalkan peran lembaga P2TP2A. P2TP2A Kota Makassar mempunyai rumah aman (shelter) warga berbasis masyarakat yang digunakan untuk penampungan atau penitipan sementara korban perempuan dan anak. Rumah aman milik P2TP2A Kota Makassar ini tidak hanya digunakan untuk penampungan atau penitipan perempuan dan anak yang merupakan warga Kota Makassar, tetapi juga warga lintas kabupaten/kota maupun provinsi di Indonesia. “Saat ini shelter warga berbasis masyarakat yang kami miliki berjumlah 10 yang tersebar di 10 kelurahan. Kami berharap seluruh kelurahan di Kota Makassar akan memiliki shelter serupa. Dinas PPPA juga akan meluncurkan program Jagai Ana’ta, yakni seluruh masyarakat dihimbau untuk memiliki kepedulian terhadap anak-anak yang ada di sekitarnya. Dengan jargon “semua anak, anak kita” diharapkan dapat meminimalisasi jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Makassar,” tambah Andi Tenri.

Jelajah 3Ends di Kota Makassar ini akan diisi dengan sejumlah kegiatan, diantaranya Seminar dengan tema “Membangun Kepolisian yang Responsif Gender dan Anak”, penjangkauan masyarakat ke Yayasan Kalla dan shelter warga berbasis masyarakat Kelurahan Tamamaung, serta acara puncak yang akan diselenggarakan di Anjungan Makassar, Pantai Losari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here