Home Nasional Gusti Arief : Isue Radikalisme, Isue Khilafah Sudah Mulai Semarak Karena Generasi...

Gusti Arief : Isue Radikalisme, Isue Khilafah Sudah Mulai Semarak Karena Generasi Muda Yang Tidak Aware Dengan Pancasila

43
0
SHARE

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasiinal Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar acara Pelantikan pengurus DPD KNPI DKI Jakarta, Diskusi serta santunan anak yatim di Hotel Crown Jakarta, senin (19/6/17).

Ketua terpilih DPD KNPI DKI Jakarta Gusti Arief bersama Sekjen KNPI A. Canter Sangaji ditemui media sebelum acara dimulai.  Gusti Arief mengatakan acara pelantikan hari ini (19/6/17) karena momennya bulan ramdhan, kita adakan juga santunan anak-anak yatim, buka puasa berikut diskusi Pemuda yang nanti diisi para tokoh-tokoh muda  dari OKP dan nanti ada Direktur Bela Negara.
Arief melanjutkan diskusi yang lagi marak/ tren adalah idiologi Pancasila dari tokoh pemuda, dari sisi patriotisme kita sebagai pemuda seperti apa artinya semua itu harus kita hasilkan idiologi Pancasila yang harus melekat di kalangan pemuda.
Harusnya generasi muda bisa mengawal idiologi Pancasila itu sendiri. Kemarin momen pilkada DKI Jakarta sebelum merembet ke daerah-daerah. Jadi faham/ isu radikalisme, isu khilafah sudah mulai semarak karena generasi muda yang tidak aware  dengan Pancasila. Mulai sekarang kita giatkan kembali dan kita dukung program Pemerintah.
Seharusnya pemerintah tidak hari ini saja berbicara Pancasila tetapi Sebelum-Sebelumnya sudah harus memajukan Pancasila menjadi idiologi negara dan wajib menjadi harga mati.Kalau dengan pemahaman saya secara pribadi Pancasila masuk kedalam kurikulum karena modal awal  di sekolah-sekolah dengan kurikulum kayak P4 diaktifkan kembali.
Wacana pendidikan agama dihilangkan saya tidak setuju mungkin lebih kepada diadakan diskusi dengan tema-tema berkaitan Pancasila dan pendidikan Pancasila lebih diutamakan ungkap Arief.
Sekjen DPN KNPI A. Canter Sangaj i mengatakan Pancasila jelas dasar negara pilar bangsa. Ini merupakan konsensus para sendiri bangsa  waktu itu berdebat mengenai dasar negara, bagaimana Bung Karno Menyatukan berbagai pendapat itu dengan nama Pancasila dan tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Kalau memang ada berupaya mengganggu gugat itu, mungkin pada dasarnya tidak faham Pancasila itu sendiri dan mencoba merusak tatanan yang dibuat di NKRI , sdh 72 tahun Indonesia merdeka. Kita KNPI Jakarta mendukung  bukan karena salah satu program yang didorong Pemerintah Pusat.
Tetapi karena ini merupakan pillar bangsa dimana Ketuhanan menjadi nomor Satu. Dimana semua agama majemuk boleh saja masuk mendukung Pemerintah yang sah di dalam NKRI pungkas Canter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here