Home Nasional Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono : Pancasila Kata Kunci Membangun Bangsa

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono : Pancasila Kata Kunci Membangun Bangsa

37
0
SHARE

Sosialisasi 4 pilar MPR RI. Pancasila sebagai dasar & idiologi negara, UUD NKRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara digelar di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta, Minggu (29/10/17).

Wakil ketua DPD RI Letjen TNI (Marimir) Purn DR. Nono Sampono Msi sebagai pemateri sosialisasi empat pilar MR RI mengatakan pulau-pulau 1/3 dan laut 2/3 dari luas wilayah NKRI. Negara bangsa lahir menurut penyatuan suku suku bangsa. Nusantara terjadi penyatuan pada kerajaan Sriwijaya selama 800 tahun dan kerajaan Majapahit selama 300 tahun.

Yang punya saham di republik ini adalah daerah. Tahun 1928 sejumlah pemuda membuat kesepakatan sumpah, satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa melayu. Dalam perjalanan 1945 kita memiliki konsensus Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945. Kemajemukan di RI adalah karunia Tuhan YME.

Kemajemukan adalah rahmat dan roh persatuan Indonesia. Sprit ini yang menjiwai lahirnya Republik Indonesia. Mari kita aelamatkan generas muda dari ancaman liberalisme dan fundamentalisme. Tap MPR sudah melarang ajaran komunis.

Reformasi apakah sesuai harapan? tanya nono dan dijawab hadirin tidak. Kalau tidak hati-hati reformasi bisa menjadi kehancuran bangsa. Kalau semua tidak beres berujung masalah keamanan. Telah terjadi transformasi bangsa karena dunia juga berubah dari bipolar menjadi multipolar. Dunia menjadi tidak menentu dan terjadi polarisasi.

Pemilihan Presiden sudah langsung dan pemilihan kepala daerah sudah langsung. Dimasa lalu kita selalu melakukan pendekatan keamanan tapi sekarang melakukan pendekatan hukum.

Sekarang ini menyembah materi bukan karena kepandaian. Kalau tidak pakai ajudan, ada asumsi tidak pakai mobil alphard ustadz dianggap tidak gaul. 492 Bupati/ Walikota seluruh indonesia dan 390 kepala daerah berurusan dengan hukum. Karena mengabaikan nilai-nilai moral. Persoalan kita seperti itu.

Fundamentalis ancaman bagi kerukunan. Fanatisme sebenarnya tidak dibenarkan agama manapun. Seolah olah kita mempeta kompli Tuhan. Sengaja diciptakan perbedaan. Toleransi dan kerukunan penting. Jangan membawa bangsa ini ke arah yang ekstrim karena merugikan bahkan menghancurkan.

Kita boleh mengadopsi demokrasi tapi demokrasi ada takarannya. Jati diri bangsa kita beda dengan bangsa lain. Menggunakan fasilitas kearifan lokal. Nilai jati diri bangsa harus melekat. Pancasila kata kunci membangun bangsa pungkas Nono.(rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here