SHARE

Jakarta, Info Berita Satu – Pada dasarnya perilaku manusia dapat diamati dari aktivitas yang terjadi di otak, itulah konsep belajar pembelajaran berbasis otak (brain based learning). Itulah yang ditekankan dalam peluncuran dan bedah buku “Strategi Pengembangan Otak, Dari Revolusi Biologi ke Revolusi Mental’ karya Prof. Dr. Conny R. Semiawan di Gedung PPAD Matraman Jakarta Timur, Sabtu (25/11/17).

Buku hasil karya Prof Doktor Conny R Semiawan tersebut merupakan hasil kajian dan penelitiannya selaku guru besar Psikologi Universitas Negeri Jakarta terhadap situasi dan kondisi nyata yang dilakukannya pada dunia pendidikan diantaranya di labschool Rawamangun Jakarta.

Mantan Rektor UNJ juga memaparkan bahwa implementasi based brain learning sebenarnya telah diterapkan oleh pemerintah sejak tahun 2000 lalu, tapi sayangnya tidak dilakukan ketentuan kaidah ilmiah sehingga penyelenggaraan di daerah kurang memuaskan. Prof. Conny dalam bukunya mengungkapkan kegiatan belajar mengajar yang bersumber dari penelitian neuro sains ini sejatinya dampaknya telah diakui oleh sistem pendidikan di dunia.

Menurut Conny kemampuan ekspresi gen yang mampu berkomunikasi dengan lingkungannya telah membuktikan bahwa suatu revolusi biologi memungkinkan revolusi mental.

Tampil sebagai pembedah buku Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti Jakarta Prof. Intan Ahmad Ph.D dan Lerjen (Purn) Kiki Syahnakri. Bedah Buku karya Prof Conny ini diselenggarakan atas kerjasama yayasan Jatidiri bangsa, Yayasan Lia dan Yayasan Rawamangun.

Buku ini telah memformulasikan dimensi biologis yang mampu bergerak menjadi dimensi mentalitas. Karena otak telah dilatih untuk peduli. Revolusi mental harus dimulai dari otak. Karena otak yang menentukan kita mau berbuat apa ujar Prof Intan Ahmad.

Pembedah lainnya Letjen TNI (Purn) Kiki.Syahnakri mengatakan buku yang ditulis Prof Dr Conny sangat layak membentuk karakter bangsa. Dunia pendidikan harus memberikan ruang kreatif kepada siswa bukan menggeneralisasikan semua potensi siswa kedalam proses belajar yang kaku.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari pemerhati pendidikan dari unesco Dr Arief Rahman, para pengajar atau dosen bahkan para mantan petinggi TNI diantaranya mantan Danpuspom AD Mayjen TNI Purn Hendardji Supandji.
Sejatinya buku ini dapat mempertegas jargon revolusi mental yang diusung Presiden Jokowi khususnya dalam membentuk karakter bangsa melalui pendidikan dan kegiatan belajar mengajar di sekolah.(rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here