Home Uncategorized Perayaan Bulan Kepedulian Kanker Paru

Perayaan Bulan Kepedulian Kanker Paru

69
0
SHARE

Jakarta, Info Berita Satu – Panitia acara bulan kepedulian kanker paru menggelar kampanye kepedulian kanker paru 2017 di Lippo Kemang Jakarta, Sabtu (25/11/17) dan bulan Nopember sebagai bulan kepedulian kanker paru.

Kanker paru masih menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Di Indonesia kanker paru menduduki peringkat pertama dalam angka kejadian dan kematian. Setiap tahunnya muncul 25.000 angka kanker paru baru dan lebih dari 25.000 orang meninggal per tahunnya di Indonesia akibat kanker paru (WHO- Cancer Country Prpfiles).

Orang yang merokok 15 hingga 30 kali lebih berisiko untuk menderita kanker paru dibandingkan dengan yang tidak merokok. Hal yang menyedihkan adalah lebih dari sepertiga penduduk Indonesia adalah perokok (pernyataan Menteri Kesehatan RI di Indonesia Conference on Tobaco or health) kata KPKN dalam keterangan tertulisnya.

Tanda-tanda awal yang dapat dicurigai sebagai kanker paru yaitu batuk-batuk lebih dari 3 minggu, pola batuk yang berubah, batuk darah, infeksi paru menetap yang tidak kunjung sembuh. Rasanya tidak berlebihan untuk mengaitkan gerakan kepedulian kanker paru dengan gerakan pembatasan rokok.

Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo SpRad (K), AnkRod dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) mengatakan kalau mau paru-paru kita bersih, jangan hanya diam atau menutup hidung kalau ada orang-orang sekitar kita yang merokok. Harus berani menyatakan jangan kotori paru-paru kami. Kalau kulit kotor bisa dicuci, kalau kedalam lagi seperti paru tidak bisa dibersihkan jadi harus dilindungi dari kontaminasi.

Asap rokok banyak mengandung banyak zat-zat yang menyebabkan kanker bukan hanya nikotin. Nikotin ini membuat orang orang kecanduan, semakin banyak orang menghisap rokok dan semakin banyak zat-zat berbahaya yang masuk.

Aliran asap rokok di saluran napas itu juga merangsang terjadi kanker karena iritasi terus kalau rusak terus dperbaiki dan suatu saat tidak bisa diperbaiki, itulah cikal bakal kanker. Merokok pakai pape, sisha sama resikonya berakibat ritasi di saluran pernapasan.

Rumah ventilasinya harus baik sehingga zat zat alami tidak terkurung di dalam seperti saat memasak memasak dengan minyak goreng yang panas yang kalau dibiarkan menimbulkan banyak asap yang lama kelamaan berpotensi memicu kanker. Jadi kalau masak di dapur dianjurkan membuka jendela atau memasang Exhouse Fan.

40% kanker itu bisa dicegah dengan cerdik dan pasien penderita kanker dapat juga dicegah. Tidak dianjurkan diet khusus tetapi dianjurkan diet seimbang artinya ada karbohidrat, ada protein dan ada lemak juga dengan porsi tertentu.

Banyak hal yang misleading pasien kanker tidak boleh makan daging merah, sebenarny boleh konsumsi daging tapi dengan porsi yang ditentukan. Kanker bukan penyakit turunan. Kanker kalau diobati lebih cepat merupakan suatu waktu yang berharga. Makin lanjut pasien berobat semakin kurang baik hasilnya yang tentunya makin mahal biayanya tutup Prof. Soehartati.

Acara perayaan bulan kepedulian kanker paru ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) bekerja sama dengan : KPKN, Departmen Radioterapi RSCM, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), RSUP Persahanatan, Cancer Information and Support Center (CISC), Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta, Yayasan Dunia Kasih Harapan “HOPE”, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Lippo Mall Kemang, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, RS Pusat Pertamina, RS Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center dan mendapat dukungan penuh dari PT. Astra Zenecca dan PT. Parna Raya dan Yayasan Maryana.(rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here