Home Nasional BNN Bersama Bea dan Cukai Berhasil Mengungkap Kasus Peredaran Narkoba Wilayah Aceh...

BNN Bersama Bea dan Cukai Berhasil Mengungkap Kasus Peredaran Narkoba Wilayah Aceh dan Sumut

45
0
SHARE

Jakarta, Info Berita Satu – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggagalkan penyelundupan narkoba kelas kakap. Kali ini, BNN bersama Direktorat Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil mengungkap kasus peredaran haram di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Dalam operasi selama 10 hari terhitung sejak 20 Januari lalu, petugas berhasil membongkar tiga kasus penyelundupan narkoba di Aceh dan Medan. Hasilnya, BNN dan Bea Cukai berhasil mengamankan ratusan kilogram sabu serta belasan ribu pil ektasi.

Petugas gabungan Bea Cukai dan BNN berhasil mengamankan lebih dari 110,8 kilogram methampetamine atau sabu dan 18.300 butir ektasi,” ucap Menkeu Sri Mulyani di Aula Mezanin Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

Menkeu berpendapat bahwa dengan banyaknya barang haram yang disita, Indonesia sudah sangat krisis terhadap narkoba. Indonesia juga dianggap sebagai pasar potensial bagi para bandar.

BNN bersama Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Kemenkeu berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 110 kg sabu dan 18 ribu ekstasi.Indonesia betul-betul sudah jadi pasar narkoba,” imbuh Sri.

Hasil dari operasi ini, petugas berhasil menjaring 12 tersangka, diantaranya MI (27) warga Lhokseumawe dengan barang bukti tujuh bungkus sabu seberat 7,2 kilogram. AF (28). B (43) kedapatan membawa dua bungkus sabu seberat 2,08 Kilogram.

H (33) diamankan dengan barang bukti sabu 1,03 kilogram. S (31) membawa sabu 2,06 kilogram. DS (47) kedapatan membawa 20 bungkus sabu seberat 21,22 kilogram. M (49) dan A (26) ditangkap bersama dengan barang bukti sabu 31,21 kilogram dan ektasi 18 ribu butir.

B (39) dengan barang bukti sabu 31,2 kilogram. J (41) ditangkap di Medan. Terakhir, petugas menangkap SA dan MA beserta barang bukti 15,9 kilogram.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (2), undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Sri.

Selanjutnya, dilakukan pengembangan dan diamankan tersangka AF (28) di Lhokseumawe, Aceh. Berikutnya, pada 23 Januari 2018, diamankan B di Batu Bara, Sumatera Utara, dengan barang bukti 2 bungkus sabu, seberat 1,05 kg dan 1,03 kg.

Petugas kemudian mengamankan HB (33) di Kantor Pos Batu Bara setelah melakukan controlled delivery, yang awalnya akan menerima 1 bungkus sabu yang diamankan sebelumnya. Petugas selanjutnya diamankan S (31) di Tanjung Tiram, Batu Bara, dengan barang bukti sabu 2,06 kg.

Dari pengembangan, ditangkap J (41) di kawasan Yos Sudarso, Medan. Berikutnya, pada 30 Januari di Aceh Utara, Bea-Cukai dan BNN mengamankan SA dan MA dengan bukti 15,9 kilogram sabu. Petugas mengikuti tersangka dan berhasil mengamankan 15 bungkus teh China berisi sabu dengan berat 15 kilo yang dikubur,” ucapnya.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here