Home Uncategorized Swastanisasi Penjara Bisa Meningkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan

Swastanisasi Penjara Bisa Meningkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan

28
0
SHARE

Jakarta. Info Berita Satu- Terbongkarnya sel mewah narapidana kasus tindak pidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, seolah menegaskan maraknya praktik suap di balik tembok penjara. Kongkalikong terjadi tak hanya antara napi dengan sipir, namun juga kepala lapas.

Ahli hukum pidana Prof Sani Imam Santoso mengatakan, kemelut yang terjadi di ranah kepenjaraan sudah sedemikian klimaknya sehingga di ketemukan hal-hal yang sangat menusuk perasaan rakyat pencinta keadilan. Terjadinya OTT oleh KPK di penjara atau Lapas Sukamiskin di Bandung. Ini adalah klimak atau malahan anti klimak karena waktu itu kita menganggap bahwa kejahatan tambahan terpidana Fredy Budiman ( tereksekusi mati ) yang memproduksi bahan bahan narkotika didalam penjara adalah suatu hal yang sangat merusak semua integritas baik karyawan, pejabat sampai dengan menterinya sekalipun yang membawahi kepenjaraan, ungkap Prof Sani Imam Santoso ditemui di kediamannya di bilangan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).

Karena itu juga, Sani Imam Santoso pun menawarkan sistem perbaikan pengelolaan lapas yang dituangkan dalam buku karyanya “Penjara Swasta. Pendekatan Kriminologi dan Teori Keadilan untuk Kepatutan dilaksanakan di Indonesia”.
Buku tersebut dijelaskan Sani akan diserahkan kepada Menkumham untuk dijadikan salah satu acuan dalam mengurai persoalan-persoalan penjara di Indonesia.

Menurut undang-undang, fungsi pemasyarakat yakni menyiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat dapat berinteraksi secara sehat. Ini agar warga binaan dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab,

Sani mengaku buku itu akan diserahkan kepada Menkumham untuk dijadikan salah satu acuan dalam mengurai persoalan-persoalan penjara di Indonesia. Menurut dia, konsep swastanisasi penjara sesungguhnya untuk meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan. Pada dasarnya, penjara harus tetap memanusiakan manusia.

Lapas sudah lama menjadi lembaga yang mati, tidak memasyarakatkan orang di penjara. Di negara lain, penjara dikelola swasta sudah sukses dijalankan.

Sistem rekrutmen, penggajian, dan pendidikan terhadap para petugas lapas ditambah lemahnya integritas petugas lapas, adalah hal yang paling mendasar dan harus segera dibenahi. Namun, kata Gurubesar Ilmu Kepolisian ini, persoalan tersebut seakan tidak pernah bisa diselesaikan.

Dia pun menawarkan sistem perbaikan pengelolaan lapas. Usulan dan pemikiran itu tertuang dalam buku karyanya “Penjara Swasta: Pendekatan Kriminologi dan Teori Keadilan untuk Kepatutan Dilaksanakan di Indonesia”.

Sani menilai, salah satu akar masalah di penjara yakni lemahnya integritas petugas lapas. Karena itu, dia mengingatkan agar pola perekrutan dilaksanakan profesional.

Jalankan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) seperti pola rekrutmen anggota KPK, semua itu untuk meningkatkan kualitas pengelolaan,” katanya.

Menurut UU, fungsi pemasyarakatan adalah menyiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat dapat berinteraksi secara sehat. Ini agar warga binaan dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab,”

Menurut dia, konsep swastanisasi penjara sesungguhnya bisa meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan. Pada dasarnya, penjara harus tetap memanusiakan manusia.

“Lapas sudah lama menjadi lembaga yang mati, tidak memasyarakatkan orang di penjara. Di negara lain, penjara dikelola swasta sudah sukses dijalankan,” kata doktor hukum pidana kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah in

Jual beli fasilitas antar narapidana Korupsi di Jawabarat dengan pihak petugas lapas dan diduga diketuai oleh Kalapasnya sendiri. Permasalahannya adalah cara rekruitmen para petugas yang tidak benar, seharusnya cara rekruitmen petugas penjara dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, digunakan cara merikrut anggota KPK,” kata Sani Imam Santoso.

Integritas para petugas diakui Sani Imam Santoso tidak sadar bahwa negara sangat membutuhkan jasanya
dan tanggung jawabnya karena tugasnya yang tipois sekali dengan iming iming para narapidana.

Dengan diketemukan beberapa fenomena fenomena yang ada maka diketemukan beberapa akar permasalahan didalam penanganan Lembaga Pemasyarakatan yang sudah diberikan pengarahan untuk pembinaan para narapidana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here