Home Uncategorized Indo Agro 2018 dan Peluncuran Sistem Algriz

Indo Agro 2018 dan Peluncuran Sistem Algriz

29
0
SHARE

Jakarta- Info Berita Satu – Perhelatan Acara Indo Agro “Indonesia Agriculture, Fishery, Livestock and Plantation International Expo 2018” dan Peluncuran konsep Agro bisnis berpola industrial 4.0, Algriz.

Seperti diketahui dalam pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 sampai 14 Oktober 2018 di Bali, akan membahas peningkatan perekonomian di berbagai sektor, termasuk diantaranya tentang ketahanan pangan global

Melihat itu YKPN (Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara) dan PT. Convergence Global bersama Pemerintah Daerah Banyuwangi, akan menggelar perhelatan besar yaitu Indo Agro “Indonesia Agriculture, Fishery, Livestock and Plantation International Expo 2018” dan Peluncuran sistem Algriz, sebuah sistem berbasis IT dan berpola industrialisasi 4.0 untuk agri-bisnis.

Algriz adalah suatu solusi terintegrasi Agro bisnis dan agro industry yang ditenagai teknologi IT berbasis blockchain dan sharing economic dengan menggabungkan konsep crowd sourcing, crowd funding dan crowd marketing. Beberapa penerapan kongkret konsep ini antara lain:

Entry point hilir, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping petani membuat paket-paket investasi project agro, baik kecil maupun besar.

Pembuatan paket ini mengedepankan pola ‘driven by demand/market’. Dalam hal ini, justru project Agro kecil yang akan menjadi pilar pertumbuhan Agro 4.0.

Penerapan crowd funding, Masyarakat kelas menengah dan atas di kota mulai percaya untuk menanamkan investasinya di project-project agro dalam skala besar maupun kecil.

Penerapan crowd marketing. Seluruh channel marketing akan diaktifkan, baik below the line (pasar offline, seperti mall, minimarket, lelang agro, dll) dan above the line (e-commerce)baik dalam negeri maupun luar negeri.

Penerapan Crowd Logistic. Rural transportation mengangkut hasil agro dari pelosok desa ke kota/stasiun/bandara. Port to port logistic menggunakan KA-logistik untuk bahan yang volumetric, Air-logistic dipakai untuk komoditas dengan nilai ekonomis tinggi atau life-cycle yang amat pendek. Gojek/grab untuk port to end user logistic.

Penerapan crowd sourcing, banyak pihak terlibat dalam proses produksi, marketing, hingga sampai ke tangan konsumen akhir. Sebagai contoh dari sisi fasilitasi: Pembinaan bertumpu pada PPL, namun juga melibatkan akademisi, pelaku usaha, dll yang saling memberi masukan Semua hal tersebut diatas diintegrasikan dalam sebuah portal Agro, yakni ALgriz.

Program ini akan di launching di even IndoAGRO 2018 – Indonesia Agriculture, Fishery, Livestock and Plantation International Expo 2018 yang diselenggarakan pada 11 -16 Oktober 2018 di Banyuwangi bersamaan dan dalam rangka IMF-World Bank Annual Meeting 2018, di Bali adalah sebuah expo kedaulatan pangan yang menyangkut hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan beserta industry-industri olahan pangan dan teknologi.

Untuk itu Indo Agro “Indonesia Agriculture, Fishery, Livestock and Plantation International Expo 2018” dan Peluncuran Solusi Bisnis Agro 4.0, mengadakan Press Conference pada Selasa, 9 Oktober 2018 di
Gedung Smesco Lantai Basement, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 94, Pancoran, RT.11/RW.3, Pancoran, Kota Jakarta Selatan.

Indo Agro ” Indonesia Agriculture, Fishere, Livestock and Plantation Internatinal Expo” 2018 dan peluncuran Solusi Nisnis Agro 4.0 ini didukung oleh Kementan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemendagri Kemendag, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Prop.Jatim, Kab. Banyuwangi, Kadin Jatim dan BU
MN.