Home Uncategorized Y-Publica : Rakyat Tak Suka Politik Kebohongan

Y-Publica : Rakyat Tak Suka Politik Kebohongan

23
0
SHARE

Jakarta, Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono mengatakan bahwa mayoritas rakyat Indonesia tidak suka dengan penggunaan skenario kebohongan dalam politik.

Dari hasil survei Y-Publica terhadap 1200 responden, sebanyak 81,3 persen responden menyatakan penggunaan politik kebohongan seharusnya tidak dibenarkan dalam politik.

Hanya 9,5 persen responden yang setuju, itu pun karena sudah dikuasai oleh anggapan bahwa politik itu soal menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan,” kata Rudi saat rilis hasil survei nasional Y-Publica di BakoelCoffe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/11).

Lebih lanjut Rudi mengungkapkan, dalam kasus Ratna Sarumpaet, dampak informasinya sangat luas di masyarakat. Buktinya, hampir separuh responden (49,8persen) mengaku mengetahui atau pernah mendengar kasus tersebut.

Bahkan, Rudi menambahkan bahwa sebanyak 71,5 persen responden yang mengetahui kasus itu mengaku mengenal posisi Ratna sebagai salah satu juru-bicara Badan Pemenangan Nasionat (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. ’

“Karena publik tahu Ratna bagian dari kubu Prabowo-Sandi, maka efek elektoralnya merugikan kubu tersebut,” jelas Rudi.

Apalagi, sebanyak 40,5 persen dari responden yang mengetahui kasus itu mey’akini bahwa kebohongan Ratna itu bagian dari skenario politik.

”Kalau kebohongan itu tidak terbongkar, tentu kubu petahana sangat dirugikan. Karena akan dianggap membungkam oposisi dengan kekerasan,” terang Rudi.

Rudi mengingatkan, penggunaan politik kebohongan tengah mendunia pasca-keberhasilan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat. Baru-baru ini gaya Trump ditiru oleh calon presiden (capres) Brasil, .lair Bolsonaro, hingga berhasil memenangkan pemilu.

Survei Y-Publica dilakukan pada 10-20 Oktober 2018, hampir sepekan setelah menghangatnya kasus kebohongan yang dilakukan oleh aktivis oposisi Ratna Sarumpaet.

Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), mewakili 34 provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada responden terpilih dengan menggunskan kuesioner. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, dengan margin of error (MOE) sebesar 2.98 persen.(rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here